Thursday, December 11, 2008
Revolvers
Namun Ku Punya Hati
Senyumku tak seghairah
Gerak gaya tidak selincah
Mataku tak seayu
Kicau burung pun tak semerdu
Namun ku punya hati
Juga gayaku perasaan
Hidupku yang begini
Kadar waktu diizin Tuhan
1
Tidak ku minta
Lahir ke dunia
Tidak kuduga
Cacat begini
Bukan kuminta
Kasih dan sayang
Bukan ku rayu bantu simpati
Maafkan wahai teman
Kumenumpang di sudut dunia
Mencari ketenangan
Sampai masa ku pergi jua...
( ulang dari 1 )
Ke Halaman Utama
Phyne Ballerz
Vida
Setiap detik saat buat kuhiba ku melarat
Dan semakin berat terasa terjerat
Mungkin ku tidak sekuat kusangka
Setiap rintik hujan buat keadaanku tenat
Dan segala kudrat kuperah keringat
Daku dah penat melawan perasaan
Dan memang benar sebenar-benarnya
( daku terseksa )
Amat terasa sejak kau tiada
Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku
Katakanlah apa saja yang dikau damba
Sedaya-upaya kutunaikannya
Asal kau pulang ke dakapanku
Daku bersungguh sesungguh-sungguhnya
( tangis berdoa )
Mahu cintamu dan masa indah lalu oh...
Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku...
Kaulah nyawaku oh...
Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku
Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Berikanlah daku peluang hanya sekali lagi
Senyumanmulah menjadi penawar hati
Melutut merayu... kau nyawaku
Ke Halaman Utama
Olan
Kenangan Semalam
Oh kenangan
Kenangan mengusik jiwa
Ku terhempas...
Jauh di sudut mata
Jiwa kian terpisah
Makin sengsara...
Oh sesalan
Sesalan datang meragut
Hati pedih...
Tak mungkin dapat dilupa
Segala yang kita bina
Hancur akhirnya...
( korus )
Sampai masa ku teringat
Segala pahit menikam rasa
Hening semalaman
Ku di pusara
Cinta airmata
Oh semalam ku terbenam
Di lubuk asmaraku
Yang jauh ku kembara
Jauh perjalanan
Jauh destinasiku
Namun tidak kesampaian
Ke arah tujuanku...
( ulang korus )
Ke Halaman Utama
Olan
Hiasan
Walau berseri indah permatamu
Tak bisa menawan hatiku
Akan kulontar pujuk rayumu
Bentak hatiku
Lenyaplah sudah rindu kebanggaan
Yang ku semaikan dibatas hatimu
Dulu sekarang berlumba kemajuan
Bukan berkasih sayang
Cintamu dulu bagaikan umpan
Yang menunggu mangsa yang kelaparan
Kau tak hiraukan keikhlasan
Hanya permainan
Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci
Tak kuhiraukan dalam kepanasan
Biarlah pedih dari sinaran
Namun tak mudah kau panahkan
Kasih yang kau umpankan
Cintamu dulu bagaikan umpan
Yang menunggu mangsa yang kelaparan
Kau tak hiraukan keikhlasan
Hanya permainan
Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci
Tersedu kudalam khayalan
Menanti berteman keraguan
Kau kini dalam belaiannya
Baiduri oh kau pergi
Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci
Ke Halaman Utama
Nash
Pada Syurga Di Wajahmu
Tuhan sengaja menduga kita
Di mana kesabaran manusia
Engkau isteri yang ku sanjungi
Lambang semangat cinta dunia
Pasti engkau terkenangkan
Peristiwa semalam
Saatku menggadaikan cinta
Pada onak dan duri asmara
Entah di mana akal fikiran
Hingga sesat di jalan yang terang
Ini suratan yang diberikan
Menguji kekuatan jiwa
Waktu engkau ku lupakan
Dalam kemarau panjang
Betapa hatimu rela
Demi melihatku bahagia
Kau menahan segala siksa
Di hati hanya berdoa
Mengharapkan aku kan pulang
Agar terang cahaya
Ku yang hanyut di arus dosa
Di laut ribut melanda
Dan berenang ke pelabuhan
Kasih sayang sebenar
Air mata cinta darimu
Ku menjadi rindu
Pada syurga di wajahmu
Tiada tanda kau berdosa
Biar aku cium tangan mu
Membasuh lumpur di muka
Ku yang hanyut berarus dosa
Di laut ribut melanda
Kau menahan segala seksa
Di hati hanya berdoa
Ku berenang ke pelabuhan
Mencari cinta sebenar
Kan ku tahan apa hukuman
Di hati hanya berdoa
Biar aku cium tangan mu
Sekali lagi bersama
Bukan sekali jalan berduri
Hanya tuhan yang pasti
Mengerti...
Ke Halaman Utama
Mega
Takdir Dan Waktu
Tidak kutahu mengapakah
Sepinya melanda hatiku
Dan bukannya kemahuanku
Datangnya sendiri
Tidak kutahu mengapakah
Pilunya dipinggir hatiku
Dan kucuba untuk mengusir
Tapi tak berdaya
Lalu terbuka gerbang hatiku
Menyambut rindu datang bertemu
Aku gelisah
Kini rinduku menjemput cinta
Yang ditakdirkan denganmu sayang
Bukan pintaku atau mahumu
Semuanya suratanNya
Tapi mengapakah kau sekadar waktu
Cinta yang datang cepat berlalu
Pergimu sayang bersama cinta
Tercalar pedih di dalam dada
Aku tersiksa
Aku terdiam kaku menahan
Bisanya menikam kalbuku
Separuh nyawa ku pandang wajah
Di depan kaca
Tutup kembali gerbang hatiku
Tidak bermaya langkah kakiku
Di saat ini
Tidak kusangka jadi begini
Terpisah jua kita akhirnya
Aku sendiri tidak mengerti
Sungguh pilu di hatiku
Untuk melepaskanmu demi kerana
Ku masih sayang, sayang padamu
Terbangkit resah di dalam kalbu
Terhimpun rindu (sayang)
(Luka cintaku)
Ke Halaman Utama
Mega
Sekuntum Bunga Sakura Di Gurun Sahara
Engkaulah sekuntum bunga sakura
Mekarmu di tempat indah dan dingin
Dan aku bagaikan padang pasir di Gurun Sahara
Oh.. panas dan kering
Tiada apa nak ku bangga
Kau pastikan layu disampingku
Oh Sakura
Pulanglah sayang
Ke tempat asalmu
Di sini kuragukan
Kejelitaanmu kan jadi debu
Jangan kau sandarkan cinta padaku
Oh Sakura
Jangan kau fikirkan
Kerana cinta
Gurun Sahara
Akan menjadi hutan rimba
Pulanglah sahaja
Wahai gadisku
Oh... Sakura
Ke Halaman Utama
Subscribe to:
Comments (Atom)