Thursday, December 11, 2008


Revolvers


Namun Ku Punya Hati


Senyumku tak seghairah
Gerak gaya tidak selincah
Mataku tak seayu
Kicau burung pun tak semerdu

Namun ku punya hati
Juga gayaku perasaan
Hidupku yang begini
Kadar waktu diizin Tuhan

1
Tidak ku minta
Lahir ke dunia
Tidak kuduga
Cacat begini

Bukan kuminta
Kasih dan sayang
Bukan ku rayu bantu simpati

Maafkan wahai teman
Kumenumpang di sudut dunia
Mencari ketenangan
Sampai masa ku pergi jua...

( ulang dari 1 )



Ke Halaman Utama

Phyne Ballerz


Vida


Setiap detik saat buat kuhiba ku melarat
Dan semakin berat terasa terjerat
Mungkin ku tidak sekuat kusangka

Setiap rintik hujan buat keadaanku tenat
Dan segala kudrat kuperah keringat
Daku dah penat melawan perasaan

Dan memang benar sebenar-benarnya
( daku terseksa )
Amat terasa sejak kau tiada

Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku

Katakanlah apa saja yang dikau damba
Sedaya-upaya kutunaikannya
Asal kau pulang ke dakapanku

Daku bersungguh sesungguh-sungguhnya
( tangis berdoa )
Mahu cintamu dan masa indah lalu oh...

Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku...
Kaulah nyawaku oh...

Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu
Carino mio
Tak terdaya lagi bernafas
Jiwa daku semakin lemas
Dahagakan cintamu
Kaulah nyawaku

Vida
Kembalikanlah semangatku
Kembalikan ketenanganku
Kurebah tanpamu

Berikanlah daku peluang hanya sekali lagi
Senyumanmulah menjadi penawar hati
Melutut merayu... kau nyawaku




Ke Halaman Utama

Olan


Kenangan Semalam


Oh kenangan
Kenangan mengusik jiwa
Ku terhempas...

Jauh di sudut mata
Jiwa kian terpisah
Makin sengsara...

Oh sesalan
Sesalan datang meragut
Hati pedih...

Tak mungkin dapat dilupa
Segala yang kita bina
Hancur akhirnya...

( korus )
Sampai masa ku teringat
Segala pahit menikam rasa
Hening semalaman
Ku di pusara
Cinta airmata

Oh semalam ku terbenam
Di lubuk asmaraku
Yang jauh ku kembara
Jauh perjalanan
Jauh destinasiku
Namun tidak kesampaian
Ke arah tujuanku...

( ulang korus )



Ke Halaman Utama

Olan


Hiasan


Walau berseri indah permatamu
Tak bisa menawan hatiku
Akan kulontar pujuk rayumu
Bentak hatiku

Lenyaplah sudah rindu kebanggaan
Yang ku semaikan dibatas hatimu
Dulu sekarang berlumba kemajuan
Bukan berkasih sayang

Cintamu dulu bagaikan umpan
Yang menunggu mangsa yang kelaparan
Kau tak hiraukan keikhlasan
Hanya permainan

Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci

Tak kuhiraukan dalam kepanasan
Biarlah pedih dari sinaran
Namun tak mudah kau panahkan
Kasih yang kau umpankan

Cintamu dulu bagaikan umpan
Yang menunggu mangsa yang kelaparan
Kau tak hiraukan keikhlasan
Hanya permainan

Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci

Tersedu kudalam khayalan
Menanti berteman keraguan
Kau kini dalam belaiannya
Baiduri oh kau pergi

Rinduku ingin kedamaian
Bukan hanya mengusik kerinduan
Kuharap janga kau abaikan
Permata kasih suci




Ke Halaman Utama

Nash


Pada Syurga Di Wajahmu


Tuhan sengaja menduga kita
Di mana kesabaran manusia
Engkau isteri yang ku sanjungi
Lambang semangat cinta dunia

Pasti engkau terkenangkan
Peristiwa semalam
Saatku menggadaikan cinta
Pada onak dan duri asmara

Entah di mana akal fikiran
Hingga sesat di jalan yang terang
Ini suratan yang diberikan
Menguji kekuatan jiwa

Waktu engkau ku lupakan
Dalam kemarau panjang
Betapa hatimu rela
Demi melihatku bahagia

Kau menahan segala siksa
Di hati hanya berdoa
Mengharapkan aku kan pulang
Agar terang cahaya

Ku yang hanyut di arus dosa
Di laut ribut melanda
Dan berenang ke pelabuhan
Kasih sayang sebenar

Air mata cinta darimu
Ku menjadi rindu
Pada syurga di wajahmu
Tiada tanda kau berdosa

Biar aku cium tangan mu
Membasuh lumpur di muka
Ku yang hanyut berarus dosa
Di laut ribut melanda

Kau menahan segala seksa
Di hati hanya berdoa
Ku berenang ke pelabuhan
Mencari cinta sebenar

Kan ku tahan apa hukuman
Di hati hanya berdoa
Biar aku cium tangan mu
Sekali lagi bersama

Bukan sekali jalan berduri
Hanya tuhan yang pasti
Mengerti...



Ke Halaman Utama

Mega


Takdir Dan Waktu


Tidak kutahu mengapakah
Sepinya melanda hatiku
Dan bukannya kemahuanku
Datangnya sendiri

Tidak kutahu mengapakah
Pilunya dipinggir hatiku
Dan kucuba untuk mengusir
Tapi tak berdaya

Lalu terbuka gerbang hatiku
Menyambut rindu datang bertemu
Aku gelisah

Kini rinduku menjemput cinta
Yang ditakdirkan denganmu sayang
Bukan pintaku atau mahumu
Semuanya suratanNya

Tapi mengapakah kau sekadar waktu
Cinta yang datang cepat berlalu
Pergimu sayang bersama cinta
Tercalar pedih di dalam dada
Aku tersiksa

Aku terdiam kaku menahan
Bisanya menikam kalbuku
Separuh nyawa ku pandang wajah
Di depan kaca

Tutup kembali gerbang hatiku
Tidak bermaya langkah kakiku
Di saat ini

Tidak kusangka jadi begini
Terpisah jua kita akhirnya
Aku sendiri tidak mengerti
Sungguh pilu di hatiku

Untuk melepaskanmu demi kerana
Ku masih sayang, sayang padamu
Terbangkit resah di dalam kalbu
Terhimpun rindu (sayang)
(Luka cintaku)



Ke Halaman Utama

Mega


Sekuntum Bunga Sakura Di Gurun Sahara


Engkaulah sekuntum bunga sakura
Mekarmu di tempat indah dan dingin
Dan aku bagaikan padang pasir di Gurun Sahara
Oh.. panas dan kering
Tiada apa nak ku bangga

Kau pastikan layu disampingku
Oh Sakura

Pulanglah sayang
Ke tempat asalmu
Di sini kuragukan
Kejelitaanmu kan jadi debu

Jangan kau sandarkan cinta padaku
Oh Sakura

Jangan kau fikirkan
Kerana cinta
Gurun Sahara
Akan menjadi hutan rimba

Pulanglah sahaja
Wahai gadisku
Oh... Sakura



Ke Halaman Utama

Mega


Bayangan Gurauan


Tak pernah ku alami
Tak mungkin ku hindari
Di himpit perasaan
Bayangan gurauan

Di dalam jaga ku tercari-cari
Di dalam tidur termimpi-mimpi
Siapakah gadis misteri
Melambai dan terus menyepi

Jangan biarkan ku ternanti-nanti
Usah benarkan masa berlalu pergi
Cintamu oh! gadis misteri
Adakah kekal dan abadi

1
Andai di berikan emas permata
Ku pilih senyumanmu
Andai kupunyai mahligai indah
Ku hadiahkan untukmu

Dalam berjuta bintang berkelipan
Kau bagaikan kejora
Antara ribuan mata menikam
Takkan kubiarkan kau tenggelam

Di dalam jaga ku tercari-cari
Di dalam tidur termimpi-mimpi
Siapakah gadis misteri
Adakah dapat ku kenali
(Belum puas ku temui)

( ulang 1 )



Ke Halaman Utama

Medicine


Tika Dan Saat Ini


Tika begini mencari-cari
Sebuah cinta hilang
Saat begini ternanti-nanti
Bayangmu sayang...

Bertanya-tanya pada sang bunga
Mengapa layu jua
Bertanya-tanya dihujung rindu
Kau pun berlalu

1
Ku ulangi pertemuan
Walau hanya mendakap sisa cinta
Bersama rindu yang terdampar
Saat ini aku sendiri menangisi
Pemergianmu kekasih
Dan cuba memujuk rindu
Yang pedih tercalar
Di sudut ingatanku
Airmataku kau renang bahagia

( ulang 1 )

Tika begini aku sendiri
Kau menyepikan diri
Saat begini kau padu janji
Kasih yang baru
Kumasih sendiri...



Ke Halaman Utama

May


Sketsa Sebuah Cinta


Oh kekasih hatiku selamanya
Keindahan maya itu milik kita
Terciptalah... sebuah cinta
Jiwa sama bergelora

Kaulah satu dalam hidupku ini
Penawar di kala rindu
Kanku curahkan seluruh cintaku
Padamu... oh... kasihku

Akan kubina istana untuk kita
Dan menikmati gelombang cinta
Di dadaku... dan di dadamu
Degupan seiring irama

Ayuh kupimpinkan tanganmu
Menuju mahligai bahagia
Kitakan bersama
Mengecap nikmat cinta
Hidup bagai di syurga



Ke Halaman Utama

May


Sendiri


Dinginnya di malam ini
Suasana pilu
Terkenang daku kembali
Sejarah silam

Setelah engkau pergi
Sepi hatiku
Terpadamalah api cinta
Musnah harapan

Mengapa engkau sanggup
Mengubah fikiran
Hanya kerana
Peristiwa itu

Kau hancurkan kota cinta
Yang kita bina bersama
Di masa Yang lalu

Kini aku terus tersiksa
Oleh kepalsuan cintamu
Tinggallah aku sendiri
Menanggung derita ini

Setelah engkau pergi
Tertutup hatiku
Tak mungkin bercinta lagi
Biarku sendiri



Ke Halaman Utama

May


Meniti suratan


Dahaga kasih padamu
Tiada akhirnya
Dalam kepekatan malam
Kaulah bintang
Ku gapai jatuh
Untukmu sentuh
Namun bagiku hadirmu
Seminit menjadi penawar

Sampai bilakah kita ini
Asyiknya merindu sendiri
Ada kasih dan ada cinta
Tapi terhalanglah
Oleh insan alpa
Materialistik yang
Menghukum cinta
Sebegini...

Bebaskanlah kita ini
Di belenggu dunia

Andai hanyut bahtera
Kita rela di lautan gelora
Itulah rela
Kita berdua

Hadirlah kau kasih
Nyatakan cintamu
Doaku yang lama

Inginku bawamu
Bersama hasratku
Meniti suratan
Agar kenal kebahagiaan

Takdir kita kasih
Tuhan menentukan
Serah keimanan
Pasti sinar kebahagiaan

Jua kaulah insan suci
Wangian syurgawi
Pekat malam yang berlabuh
Aku teguh... di jiwa
Kau tiba jua...



Ke Halaman Utama

May


Gadis Bertudung Putih


Wajah seri yang memukau
Pesona kau dipandang
Tersenyum dan terkhayal sejenak
Matamu gemilang
Bagaikan ada syurga
Di dalamnya

Aku ingin bersama
Memilik sebuah kota
Bersamamu aku diyakinkan
Ku berada di tengah-tengah
Persimpangan tak ke mana

Bawalah ku pergi
Ke mana saja
Bawalah ku lari
Dari sengsara
Manalah berhenti
Di situ terhenti
Mana kembara terselit kita

Capai tanganku
Kita berganding berdua
Genggam tanganku kita nyanyikan
Lagu yang seirama



Ke Halaman Utama

May


Cintamu Mekar Di Hati


Kau umpama bunga
yang mekar di hatiku
Ku harap kau mekarlah
selama-lamanya

Kau umpama bintang
menyinari hidupku
Ku harap kau
terus bersinar

Di ketika kau
Perlukan aku
Sentiasa aku
Ada di sisimu
Di ketika
Rindu padamu
Terasa cinta
Semakin dalam

Sayang
Kasihku abadi
Cintamu mekar
Di hati ini

Kau dalam ingatan
Di sepanjang hayatku
Demi teguhnya cinta
Selama-lamanya



Ke Halaman Utama

Leon


Saling Merindu


Usah kau tangiskan pada cinta lama
Usah kau impikan kita 'kan bersama
Biarkan ia terus berlalu...
Bagaikan mimpi hilang di mata

( 1 )
Kini kau kembali merayu lagi
Kaitkan semula madah-madah cinta
Harapkan bebunga berputik semula
Yang telah lama...
Gugur ke bumi

( 2 )
Dalam sukma mimpiku
Ia telah berlalu
Cinta yang dulu suci
Bagiku tiada lagi...

( 3 )
Aku yang masih
Ditaman ini
Mencari bunga
Mawar berduri
Ku sangka madu
Racun berbisa
Itulah Hakikatnya...

( 4 )
Nak ku tinggalkan
Terasa sayang
Ingin ku belai
Tangan tak sampai
Pastinya kita
Saling merindu
Ku masih cinta pada mu...

(ulang 1, 2, 3, 4 & 3, 4)



Ke Halaman Utama

Lela


Bidadari


Kenangan silam aku dan dirimu
Berdua sesama bermadu
Saling berjanji sehidup semati
Hakikat di dunia ini

Segala yang dikata
Harus di kota
Ibarat adam dan juga hawa
Alangkah indah
Sewaktu bercinta
Tiada senjata
Yang dapat menghalang kita

Kau umpama bidadari
Suci bagai embun pagi
Tapi aku belum pasti
Apakah cintamu itu suci

Kau hadir membawa erti
Penawar di kala sepi
Sehangat dian yang menyinari
Bersama cintamu abadi



Ke Halaman Utama

Lefthanded


Tiada Lagi Kidungmu


Air mata yang berderai
Siapa yang menghapuskan
Hati kering dan gersang
Siapa yang meneduhkan

Sedangkan kau yang ku sayang
Telah pergi dari ku
Dengan cinta dan harapan hidupku
Oh sayang

Tiada lagi ku dengar kidungmu
Tiada lagi derai tawamu
Hanya kesepian yang kian
Mencengkam jiwaku

Malam malam dingin membeku
Hari hari kian kelabu
Dalam doa kudus ku sebut nama mu
Cintaku... Oh sayang
Damailah kau di sana
Di sisi Tuhan yang Esa



Ke Halaman Utama

Lefthanded


Ku Di Halaman Rindu


Di tengah kepekatan malam
Berdiri aku di halaman rindu
Dihembus kenangan lalu
Menjelmalah seraut wajah
Sekuntum bunga yang pernah ku puja
Tapi layu akhirnya

Ingin ku tembus tembok silam
Dan membaiki kesilapan kita
Yang tiada kita rasa
Dahulu maaf tak bererti
Darah muda menguasai diri
Begitu mudah membenci

Ku di halaman rindu
Hanya berteman
Bunga yang layu
Ku di halaman rindu
Tiada harum
Tiada madu
Oh kesalku membeku di kalbu ( 2X )

Oh kasihku hanyalah untukmu
Oh sayangku penawar rinduku



Ke Halaman Utama

Lefthanded


Debunga Wangi


Sepi yang mencengkam saban waktu
Membawa aku ke lembah berduri
Yang aku sendiri tidak pasti
Apakah aku dapat mengharungi

Siapakah kan datang
Menyudikan dirinya
Menghulur tangan
Membawa ku naik
Ke daratan yang penuh
Debunga wangi

Ku cari ku mencari
Pada daratan yang penuh
Debunga wangi



Ke Halaman Utama

Kris


Tiara


Tiara... menggamit kenangan zaman persekolahan
Tiara... ku mimpi kita bersanding atas kayangan
Seakan bisa kusentuh peristiwa semalam
Di malam pesta engkau bisikkan
Kata azimat di telinga

Kita... terpaksa berpisah untuk mencari arah
Kita... dipukul ombak hidup alam yang nyata
Engkau jauh meniti puncak menara gading
Yang menjanjikan hidup sempurna
Tapi aku hanya tunduk ke bumi
Hidup tertekan

1
Jika kau bertemu aku begini
Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi
Di penjara terkurung terhukum
Hanya bertemankan sepi

Bisakah kau menghargai
Cintaku yang suci ini...
Oh! Tiara... pedihnya
Dapatkah kau merasakan...

( ulang 1 )

Bisakah, masih bisakah
Engkau hargai cintaku lagi
Oh! Tiara pedihnya dapatkah kau merasakan
Oh! Tiara pedihnya dapatkah kau merasakannya...
TIARA... Oh.!




Ke Halaman Utama

Kopratasa


Permata Untuk Isteri


Telah ku siapkan satu daerah paling sunyi
Dalam hati ini untuk kau isi sebagai isteri
Untuk kau penuhi dengan kemuliaan seorang wanita
Untuk kau beri erti dengan kelembutan
Untuk kau hargai dengan kasih sayang

Ku ingin kau jadi wanita mulia
Yang tahu harga budi dan hati
Seorang lelaki bernama suami

Kerana engkau isteri
Ku ingin kau mengerti bahawa hidup ini
Tak semudah yang kita janjikan
Yang kita janjikan
Kerana kau isteriku



Ke Halaman Utama

Kamikaze


Luhur


Singkap kembali detik akhir bersama
Linangan airmataku menitis
Dalam pelukan dakapan yang terakhir
Mengalir darah membasahi bumi
Pergi yang tak kembali untuk selamanya
Segar indah namamu di hatiku

Perjuanganmu bagai lilin membakar
Bersinar menerangi kegelapan
Rela berkorban meredah onak berduri
Jasa baktimu sejernih air di kali
Bersemadilah engkau aman di pusara
Sinar cahaya murni keramatmu
Berjihad biar menitis oh darah terakhir
Menjadi lambang cinta yang terluhur

( korus )
Sayu dan pilu bermain di jiwaku
Hilang mu kini tiada pengganti
Hanya namamu tersemat di kalbuku
Menjadi satu kenangan abadi

( ulang korus )

Menjadi satu kenangan yang abadi



Ke Halaman Utama

JayJay


Cukuplah Sekali


Di saat kupinta keputusanmu
Kau masih menanyakan semalamku
Bertanya tentang dia dan kehebatannya
Sedangkan segalanya telah engkau tahu
Tiada rahsia hidupku

( 1 )
Di saat kulahirkan kekesalan
Sengaja kau mengambil kesempatan
Mengungkit perbuatan dan keterlanjuran
Kau ulang bercerita tentang hati luka
Membuat ku rasa berdosa

( 2 )
Demi masa depan yang kita mimpikan
Hapuskanlah kenangan yang mengusik perasaan
Tiap kali memandangmu tak terhingga kesalku
Maafkan aku sayang menodai kepercayaanmu

Andainya ku dapat menarik kembali
Detik-detik hitam yang berlalu
Kesilapan serupa tak akan ku ulangi
Cukuplah sekali menyakitimu
Cukuplah sekali kau membenciku

( ulang 1 & 2 )



Ke Halaman Utama

Iklim


Selamat Tinggal Penderitaan


Langkah demi langkah
Aku teruskan jua
Masa demi masa
Sampai akhirnya
Terima kasih
Atas penghinaan
Yang kau lemparkan

Tangga demi tangga
Kita daki bersama
Jatuh terluka
Bangun semula
Terima kasih
Atas kesakitan
Yang telah kau berikan

1
Kerana itu penghinaan
Juga cemuhan
Diganti dengan kepujian
Dan kemuliaan

2
Airmata menjadi permata
Kebencian menjadi cinta
Inilah hidup did dalam dunia
Bak sandiwara

3
Selamat tinggal kesengsaraan
Selamat tinggal penderitaan
Terima kasih atas pengalaman
Yang kau berikan

( ulang 1, 2, 3 )

Kini terbukti
Cinta yang kualami
Bukannya mimpi
Lautan api boleh menjadi
Oh! taman salji...



Ke Halaman Utama

Iklim


Satu Kesan Abadi


Jalan terang
Luas menanti aku
Dengan dendang
Irama hidup baru
Dibelai cintamu

Hilang dendam
Lenyap ia sendiri
Datang tenang
Makin aku hayati
Makin lapang dadaku
Ku rasa sentosa

Sendiri meminta
Dicantum padanya
Tak gelisah lara
Cerita yang punah
Biarpun meronta
Tidak menjadi ngeri

Ku yakin disana
Gelap yang tiada
Kesan satu cinta
Terpancar cahaya
jelas segalanya
Hanya sinarmu
Yang mampu
Memberi cinta itu

Dengan aman
Senyumlah sepuasnya
Jauh berbeza
Bagai yang dirasakan
Rasa yang disini

Itu satu rahsia
Hanya tersendiri
Itu satu iringan
Nyayian mimpi



Ke Halaman Utama

Iklim


Gerhana Cinta Luka


Sinar mentari senja
Mendung menyelubungi
Melingkar jiwa
Kau hadir bagai mimpi
Laksana embun pagi
Yang menyirami

Pintamu keterlaluan
Mahligai puncak kayangan
Tak bisa ku tunaikan
Hanyalah syair sendu
Yang dapat kudendangkan
Untukmu...

1
Kita hanyut di buai gelora
Kita layarkan kamar bahtera
Akhirnya tenggelam
Karam di lautan cinta

2
Patah tumbuh hilang berganti
Mengertilah oh...
Walaupun berbeza akhirnya
Terimalah...

( ulang 1, 2 )

Jangan dikesal
Kiranya kau tersiksa
Suratan takdir
Yang telah menimpa
Kita...

Terlerai janji setia
Musnahlah segalanya
Mahkota impian
Andainya aku tiada
Usahlah ditangiskan
Kehilangan...

Kilauan cinta yang suci
Yang kau surahkan dulu
Kini gerhana...
Biarpun sebak di dada
Relakan kumelangkah
Selamanya...



Ke Halaman Utama

Iklim


Bukaku Tak Sudi


Ku anggapkan semalam
Satu kenangan yang suram
Bila cinta kita
Putus di jalan

Ku harapkan impian
Menjadi kenyataan
Namun aku kecewa

( 1 )
Mudahnya waktu melafazkan janji
Engkau dan aku berdua serupa
Rupanya mentari dalam mainan percintaan

Telahpun ku bentangkan segalanya
Mencari entah dimana silapnya
Jelas asmara kecundang jua

Bukan ku tak sudi kasih
Untuk bersamamu bercinta lagi
Kerna antara kita
Tidak sehaluan lagi

Maafkan diriku sayang
Menolak cintamu untuk kali ini
Walaupun ku tahu
Bersungguh benar rasa hatimu

( ulang dari 1 )




Ke Halaman Utama

Iklim


Bukan Aku Tak Cinta


Saat kita berpisah
Kau pegang erat tanganku
Sepertinya tak merelakan
Kepergianku untuk meninggalkanmu

Dermaga saksi bisu
Waktu ku kucup keningmu
Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku
Aku lihat kau menangis...

Lambaian tanganmu
Masih ku ingat selalu
Itu yang terakhir
Ku melihat dirimu

Sudah sering kau kirim surat
Namun tak pernah aku jawab
Lalu kau kirimkan undangan
Agar kau tak berharap

Bukannya aku tak tega
Bukan pula aku tak cinta
Kerana orang tua
Yang tak merestui cinta kita



Ke Halaman Utama

Iklim


Budi


Oh pedihnya
Terasa bagaikan
Duri selumbar
Menikam di hati

Dan kemanakah
Nak ku cari
Oh secangkir air
Buat penawar luka

Andainya zahir
Yang terluka
Ku rawat sembuh
Tinggal parutnya

Andainya batin
Yang sengsara
Ku bawa mati
Hingga akhirnya

Ku semai budi
Ku siram kasih sejati
Harapkan subur murni
Rupanya tak menjadi

Budi ku tabur berkubur
Kasih ku ikat putus bercerai
Ternyata tiada
Keikhlasan...

Sebagaimana yang telah
Engkau lafazkan
Ternyata tiada pengertian
Kita kecundang...




Ke Halaman Utama

Iklim


Blues Terengganu Kite


Kalu tuang gi pata timor
Jangan lupa maghi sokmo
Negeri terengganumemang sohor
Tempat molek, tanah subor
Tempak Molek, tanah suhor
Na na na na na Terengganu kita ( 2X )

Hoi guang gamoik tu
Yak kelih wak tangi

Pulau kapas, Pulau Redang
Kita lalu ikut Marang
Jangan lupa kuala berang
Sekayu comel, zaman berzaman
Sekayu comel, zaman berzaman
Na na na na na Terengganu kita ( 2X )

Hoy hoy hoy
bangun ke laut eeh...
takat ikang di Kuala Kemamang
Petang-petang wat kerpok gete
Ramai orang, atah gere

Main dam dua tiga papang
Dok sedor sampai ke malang
Kedai payang jual budu belacang
Batek tembaga dan macang-macang

Kalu nok tra nasi dagang
Kita pakat gi kampong ladang
Buat bekal gi merang
Di setiu pata peranginan
Singgah sebetor ke rantau abang
Kita tengok penyu telor
Kita tengok penyu telor

Selamt datang wei...
Tempat kami ramai-ramai
Selamat datang
Negeri kami

Kita singgoh kat primula
Batu burok tepi pata
Laut biru di tanjong jara
Tempat rilek orang dok kacai
Tempat rilek anok-anok dara
comel-comel belaka...
Na na na na na Terengganu kita ( 2X )



Ke Halaman Utama

Iklim


Aduhai Seribu Kali Sayang


Berdosakah diriku
Terpaksa melepaskan
Cintamu yang serapuh
Dahan nan kering usang
Yang akhirnya kan patah
Terhempa gemeretap
Oh sungguh memilukan
Tak dapat ku bayangkan

Seribu kali sayang
Sangkaku kan ke mati
Cerita kasih kita
Rupanya seketika
Setelah merelakan
Setelah kau bisikkan
Segugus janji-janji
Tergamak kau mungkiri

Apakah sebenar yang terjadi
Hingga kau bersikap demikian
Sedangkan kau
Sesungguhnya percaya
Kasihku tak berbelah bagi

( korus )
Aduhai
Tak sanggup ku kenangkan
Semua telah nyata
Cintamu gurauan
Datang dan hilang
Semahu hatimu
Itulah falsafah
Pegangan cintamu
Namun harus kau ingat
Hati yangmanakah
Selamanya kan sabar




Ke Halaman Utama

Hattan


Memburu Rindu


Kemanakah hatimu kala aku
Menanti kata cinta Mengalir air mata
Kala sepi tiba

Terasakan langkahmu makin laju
Melangkah batas rindu
Dan aku pun memburu
Mentari yang jauh

Berikanlah masa untukku
Mendendangkan kasih dalam syahdu
Tidak terhenti pilu di dadaku
Terlepas bayangmu

Kugenggam angin semalam
Kusimpan jadi nyanyian
Kupeluk bayang hitamku
Menjadi kamus mimpiku



Ke Halaman Utama

Hattan


Dari Kekasih Kepada Kekasih


Entah berapa kali
Kucuba membohong hati ku ini
Hebat dilanda
Rindu padamu
Namun semua alasan
Rapuh bagaikan awan berarak
Yang memang tidak pernah abadi
Dan terlalu cepatnya berlalu
Pabila di giring angin
Dan mudah pula layu
Selepas ia melimpahkan
Titis-titis ehsan

Kini hatiku sangat terdesak
Untuk memilikimu
Agar bisa aku meneruskan
Sisa-sisa hidupku ini
Seperti manusia yang punya kekasih
Yang punya kekasih



Ke Halaman Utama

Graviti


Kau Salju Cintaku


Bagai salju dingin sentuhan cintamu
PAdamlah kepanasan dalam bara keciwa

Engkau salju dingin penawar lukaku
Yang ditinggalkan pergi dalam pada bercinta

Mawar resah bunga layu di jambangan
Harapanku gugur bagai debu yang hina

Serasa tidak bersua serasa berkubur jua
Mengapa sanggup dirimu merawat laraku

Engkau menjadi pengganti waktu dia masih ku kenang
Maafkan aku oh sayang yang tidak berdaya

Engkau salju cinta hadir musim kemarau
Ku peluk bagai sutera untuk bangun semula
Engkau salju cinta hadir musim kemarau
Ku peluk bagai sutera ingin ku dakap bahgia



Ke Halaman Utama

Graviti


Bunga Larangan


Sekuntum bunga larangan
Tidak tercapai tangan
Harum bak cinta semalam
Terlerai sudah

Inginku memilikimu
Duri yang bisa menghalanginya
Inginku memilikimu
Sayang ku insan tak punya apa

Aku musafir hina
Kini terluka di taman cinta
Engkau yang aku sayang
Bunga larangan
Sudah suratan takdir Tuhan
Mekarmu sayang di jambangan orang

Terpaksa kau kutinggalkan
Dalam sejarah cinta
Tinggallah bunga tersayang
Dalam kenangan

Engkaulah bunga larangan..



Ke Halaman Utama

Gersang


Masih Aku Terasa


Sejenak aku dikejutkan
Bersama ombak cinta luka
Perpisahan melanda kita
Hanya kerna peristiwa itu

Kiranya takdir mengizinkan
Inginku kembali padamu
Meneruskan cinta yang lalu
Kerana kau yang aku sayangi

( korus )
Akan kusimpan kenangan cinta kita
Yang tak akan terpadam selamanya
Kehangatan cintamu masih aku terasa
Seperti baru semalam kita berpisah

Tangisan sedu di hatiku
Menahan kepedihan ini
Sendiri aku mengenangkanmu
Hanya engkau yang aku sayangi

( ulang korus )




Ke Halaman Utama

Gamma


Bahang Asmara


Usah kau bertanya
Kemana hilangnya
Bayanganku ini

Cuma kerna kelam
Atau sinar hilang
Pandangan matamu

Asyik kau terlena
Melabuh asmara
Melayarkan rasa

Nikmat seketika
Menjadi bahana cinta

( 1 )
Kilauan intan yang engkau genggam
Tak sama kehangatan cintaku
Bergurun lama tidak pernah terpadam
Dan kilauan itu membunuh mu
Tersingkirlah... bahang asmaraku
Di hatimu

( 2 )
Bayang cinta luka
Membara di jiwa
Hingga saat ini

( 3 )
Kita yang membina
Engkau yang binasa
Segalanya

( 4 )
Andai ditakdirkan
Kekalutan silam
Hanya mimpi ngeri

( 5 )
Ku rela kau pulang
Sinari cinta kembali

( ulang 1, 2, 3, 4, 5 )

Bahang Asmara...



Ke Halaman Utama

Fotograf


Di Alam Fana Cinta


Bila terpejam lena
Jasadku tidak berdaya
Mencari engkau di mana
Hanya dalam mimpi indah

Bila aku terjaga
Jasadku terus berdiri
Mencarimu tiada lagi
Berkubur di alam mimpi

Apakah aku yang terlupa
Antara lena dan terjaga

Di waktu malam pemisah
Yang nyata menjadi mimpi
Di sini engkau menanti
Bersama harum kasturi

Bagai mekarnya bunga cinta
Di alam nyata penuh rahsia

Pabila titisan embun pagi
Mimpi indah
Entah ke mana menghilang
Entah kenyataan
Engkau biarkan aku terbuang
Di alam fana cinta
Kau pula berdusta

Ku terpenjara aku terpenjara
Di dalam lena di dalam jaga



Ke Halaman Utama

Fair


Terlanjur Menyintaimu


Dari dahulu mendengarkan suara mu
Siapakah itu intan atau permata
Lalu ku tulis kata-kata pujangga
Menghiasi hati ku hanya untuk mu

Luas lautan usah cuba diduga
Jadi ingatan teman sebagai pedoman
Namun ku terus cuba mendekati mu
Tetapi aku tertewas
Kita tak serupa

Kau bandingkan ku dengan kekayaan
Ternyata aku ketinggalan
Walau ikhlas menyintai mu
Kau hina tanpa rasa simpati
Masih kedengaran lagi
Nista yang ku cari

Baru kini aku sedari
Bukan mudah untuk melewati
Sememangnya aku bersalah tidak mengerti
Ku antara berjuta yang meminati mu
Terlanjur menyinta dengan tulus suci
Tanpa jawaban pasti
Dengan tulus suci tanpa jawaban pasti



Ke Halaman Utama

E.Y.E


Izinkan Selamanya Namamu Di Hati


Telah aku terima takdir dari Yang Esa
Tertusuk sembilu pedih hati terluka
Terkubur impian kita bina bersama
Terlerai sedah ikatan cinta

Baru aku sedari siapa diri ini
Sebalik suratan cahaya cinta yang sudah
Sedalam renungan terlihat dalam diri
Hakikat cinta yang sejati

( korus )
Kuturutkan cahaya dihadapan berliku
Keyakinan di dada mengiring langkahku
Jalinan bahagia iringan doa restu
Di dalam jiwa cinta yang satu

Jalanan yang berduri tetap aku gagahi
Biar gunung yang tinggi pasti kan kudaki
Detik-detik kenangan segar buat pedoman
Sepanjang jalan taman impian... ohhh

Selamat sejatera kepada dirimu
Semoga berbahagia tanpa aku
Izinkan selamanya namamu di hati
Biarkan selamanya ku begini

( ulang korus )

Sudah lumrahnya insan tak lepas kesilapan
Maafkan dosaku lupakan detik hitam
Sejarah yang berlalu jadikan perngajaran
Menuju bahagia idaman



Ke Halaman Utama

Exist


Untukmu Ibu


Oh! Ibu
Kau disiram bayu pagi
Kehilangan terasa kini
Dan kesepian

Dan aku
Bagai purnama gerhana
Di ibarat lautan kering
Tiada tempat ku layarkan

Hasratku ini
Masih belum sempat
Kubuktikannya kepadamu
Ibu tersayang
Kucurahkan rasa hati

Ku tatapi potret mu berulang kali
Kurenungkan kalimah yang diberi

( 1 )
Tuhan Yang Esa
Ampuni dosa ibu
Tempatkan mereka
Di antara kekasih kekasihMu

( 2 )
Oh! Ibu
Kau kasih sejati
Kutaburkan doa
Untukmu ibu

( 3 )
Ampunilah dosaku
Sejak ku dilahirkan
Hingga akhir hayatmu

Saat ini
Kuteruskan hidup
Tanpa bersamamu ibu

( ulang 1, 2, 3 )

Ibu...




Ke Halaman Utama

Exist


Mengintai Dari Tirai Kamar


Dinginnya angin malam ini
Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat mendinginkan
Hatiku yang kau hangatkan

Terasa tercabarnya kelakianku ini
Dengan sikapmu menentanglah
Aku ini insan kekurangan
Senangnya kau mainkan...

Siapalah aku ini untuk
Memintal buih yang memutih
Menjadi permaidani seperti mana
Yang tertulis dalam novel cinta...

Juga mustahil bagiku
Menggapai bintang di langit
Menjadikan hantaran syarat untuk milikimu semua itu
Sungguh aku tak termampu...

Silap aku juga
Kerana jatuh cinta
Insan sepertimu
Seanggun bidadari

Seharusnya aku cerminkan diri
Ku sebelum tirai kamar aku
Buka mengintaimu...




Ke Halaman Utama

Exist


Masih Terserlah Ayumu


Cepat benar engkau pergi
Hujan masih belum berhenti
Banyak benar soalan ku tadi
Hatimu terusik kini... ooo
Sebagai kekasih ku
Layak aku bertanya
Sekuat mana cinta mu
Adakah insan lain di hati mu selain ku

( korus )
Sayang bukannya sehari dua
Percintaan kita ini
Yang dipersudah dipateri
Sayang jangan ikut perasaan
Marah jangan disimpan
Ku hanya ingin menduga
Dan kini aku tahu
Satu kekasihmu hanya aku

Marilah kasih aku dendangkan
Lagu yang pernah mencuri hatimu
Ooo.. marilah kasih biar kusimbah
Api kemarahan yang membakar di benak
Di benak mu...

( ulang dari korus )

Terpaksa ku berlari
Memintas mu dari pergi
Akan ku belai rambut mu yang basah
Masih terserlah ayunya wajah mu
Walau pun marah
Walau pun marah, ayu wajahmu
Masih terserlah... ooo...
Ayu wajahmu...



Ke Halaman Utama

Exist


Bunga


Tak usah ditanya mengapa ku pilih
Bunga yang mewangi terliar berseri
Yang tak akan nampak di mata pun
Berwarni dari lain-lain
Segan untuk aku sapa
Walau ada maksud yang ku sembunyi

( 1 )
Pernah ku mencuba terima seadanya
Sayang ia selalu calarkan sudut hati ku
Hingga lelah jiwa ku dikecewa
Yang tak mungkin berpaling kembali
Namun ku yakinkan nanti
Tuhan pasti beri gantinya

( 2 )
Ku mohon kau yang indah pada mu
Untuk ku tatap menawar resah ku
Kekal aku di situ harungi cinta

( 3 )
Dan aku pohonkan yang baik
Bersantun kata kata tentang cinta
Bicarakan rindu pada ku
Mengharum selamanya

( ulang 2 & 3 2X )

( ulang 1 )



Ke Halaman Utama

Exist


Alasanmu


Ikhlasnya hati
Sering kali disalah erti
Tulusnya budi
Tidak pernah engkau hargai
Berlalu pergi dengan
Kelukaan ini
Kumengalah... ku bersabar

Bertentang mata seolah-olah tiada apa
Berpaling muka ada saja yang tidak kena
Mencari sebab serta alasan yang kukuh
Supaya tercapai hajatmu

Manis dibibir memutar kata
Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya
Siapa terlna pastinya terpukau
Pujukmu, rayumu, suaramu
Yang menagih simpati dan harapan

Engkau pastinya tersenyum
Dengan pengunduran diriki
Tetapi bagi ku pula
Suatu ketenangan

Andai kita terus bersama
Belum tentu kita bahagia
Selagi tidak kau ubah
Cara hidupmu

Ada rahmatnya
Bila tidak lagi bersama
Terasa jauh
Diriku ini dengan dosa

Ku tinggalkanmu walau tanpa kerelaan
Yang nyata kau tidak berubah...

Katalah apa yang kau ingin
Selagi kau dapat berkata
Memang begitu sikapmu
Semenjak dahulu



Ke Halaman Utama

Ekamatra


Pusara Di LebuhRaya


Dalam perjalan ini
Menuju destinasi
Berbagai lebuhraya dilalui
Perjalananku terhenti
Di lebuhraya ini
Terpandang pusara diam menyepi

Terbayanglah kisah lalu
Bila kau disampingku
Bagaikan temasya dalam hidupku
Kini cinta tiada lagi
Berkubur dalam sepi
Dan pusara ini menjadi bukti

Betapa aku lemah di sini
Melihat cinta ini pergi
Di sini bermula bicara
Terpedaya
Dan bicara itu membunuhnya

Kini engkau tiada lagi
Yang tinggal hanya mimpi
Dan cintaku yang telah bersemadi
Ku teruskan perjalanan
Ku tinggalkan impian
Ke arah tujuan cinta abadi



Ke Halaman Utama

Ekamatra


Sentuhan Kecundang


Kita tempuh segala rintangan
Kecundang jua menimpa
Kita telah mencuba segala
Namun tewas akhirnya

Putus tak bisa disambung
Kusut tak terhurai
Hilang tak bisa diganti
Patah kekeringan

Cinta terlarang bagai terbuang
Dalam rimba yang gelap
Dan penuh duri

Mestikah aku meratap
Membinasakan diriku
Atau ku biar saja
Ia berlalu

Sentuhan kali terakhir
Abadi dalam hatiku
Tak dapat ku menghalang
Perpisahan ini



Ke Halaman Utama

Ekamatra


Hanya Satu Persinggahan


Di sini kasih pernah berbunga
Tiada harum tiada warna
Di sini cinta pernah membara
Tanpa bahang dan tanpa apinya
Begini yang ku rasa
Hidup kita berdua

Di sini langit mendung selalu
Tiada cahaya menyinariku
Di sini aku tiada berdaya
Mengikut kata tanpa bicara
Kerana engkau tahu
Aku tidak sepadan denganmu

Hubungan kita suatu persinggahan
Bukan pengabadian yang rela
Pemergianku oh kerana terpaksa
Demi hidup yang lebih sempurna
Anggaplah kehadiranku
Hanya satu persinggahan
Aku tidak menjanjikan
Mahligai impian
Sebagaimana kau harapkan

Biarlah jauh dari pandangan
Daripada dekat penuh seksa
Biar berduka biar melara
Dari sengketa sepanjang masa
Janganlah engkau harapkan
Ku menghambakan diri

Nanti kau tahu ertinya sepi
Bagaikan pisau menghiris api
Nanti kau tahu ertinya rindu
Bagai tertusuk duri sembilu
Batin akan tersiksa
Jasad pasti merana



Ke Halaman Utama

Dinamik


Dilema Rindu


Di sepi ini aku mencari
Sinar matamu
Lama ku tunggu tidak ku temu

Ku ayunkan buaian cinta
Di pohon duka
Berguguran keindahan kernamu

Akan ku simpulkan tangis ini
Memaut harapan yang tenggelam

Airmata berguguran
Menyapa penantian
Yang kecundangan

Cinta ku kau persiakan
Tiada arah haluan
Terbiar sayang

Akan ku simpulkan tangis ini
Memaut harapan yang tenggelam

Airmata berguguran
Menyapa penantian
Yang kecundangan

Menjelmalah wahai sayang
Biar pun sekilas pandang
Oh di mataku

Di dalam keresahan ini
Inginku mengadu rindu



Ke Halaman Utama

Dinamik


Di Antara Gadis


Antara gadis yang ku temui
Kau saja kini dalam renungan
Mungkin kerana dengan senyuman
Terpegun diriku ...

Ketika bayu mencium pipi
Suria pula terasa hati
Kerana dikau sungguh rupawan
Terpaku diriku ...

Mengapakah kau melangkah pergi
Ketika ku masih perlu
Menatap wajahmu kali akhir
Dan lantas menyelam rindu

Antara bebunga yang menyeri hidup
Kau jadi ratu
Antara delima yang menyinar lama
Kau berkilauan ...



Ke Halaman Utama

Dinamik


Biar Putih Tulang


Langkah terhenti
Degup jantung berderai
Terus menanti seribu tahun lagi
Rela aku begini dalam suasana yg sepi
Walau tersembuyi di malam gelap gelita

Mendung hadiri bumbung telah kubina
Yakin diriku tahu engkau menjelma
Terbakar dalam hujan
Mustahil bagi diriku
Banjir dalam kemarau
Takdir yang akan memastikan

Hajat di hatiku ingin mencapai bintang
Biar beribu batu
Daya aku tak mampu

Patah pujangga biar putih tulang
Jangan putih mata dan kecewa
Biar pun hilang kemana pun jua
Namun semangat ku tetap bersamamu




Ke Halaman Utama

Data


Permaisuri


Aku rela hidup dengan mu
Demi bahagia...
Hanya Tuhan bisa memisahkan kita

( korus )
Di jaga dan lena kukuntum kerinduanku
Untuk mempersembah sayang padamu
Keharuman bunga tak seharumnya cintaku
Istimewa untuk sunting jiwamu

Bermula pandang pertama
Kau utuskan senyum mesra
Aku ingin seribu tahun lagi
Bersamamu...

( 1 )
Kubinakan mu istana
Aku rendakan bahagia
Dengan niat suci
Kaulah permaisuri

( ulang korus )

( 2 )
Sambutlah cinta abadi
Genggam dan semat di hati
Manisnya asmara
Kekal selamanya

( ulang korus, 1, 2 )



Ke Halaman Utama

Data


Nyanyian Rindu Buat Kekasih


Tiada yang lain yang ku cinta
Hanyalah padamu
Tiada yang lain yang ku rindu
Hanyalah dirimu
Dikaulah permata yang bersinar
Di kala ku kesepian

Tiada yang lain yang kumahu
Hanyalah kasihmu
Tiada yang lain yang kupuja
Hanyalah dirimu
Tak mungkin aku berpaling
Berpaling mencari yang lain
Tak mungkin aku biarkan kau merana

Aku cinta kepadamu sepenuh hati
Janganlah kau ragu kasih
Ragu padaku
Sejujur niatku niat bersama
Selama-lamanya
Janganlah kau pergi kasih
Pergi dariku

( korus )
Kunyanyikan lagu rindu
Buatmu kekasih
Ku baca puisi syahdu
Puisi kita...
Ku ingin kau di sampingku
Untuk sama-sama
Melayarkan bahtera cinta yang terbina
Oh! Kekasih... dengarkanlah
Bila aku tersiksa kaulah penawarnya
Bila kau terluka akulah penyembuhnya
Kita sama-sama sudah jatuh hati jatuh cinta...

( ulang korus )

Tiada yang lain yang ku cinta
Hanyalah padamu
Tiada yang lain yang ku rindu
Hanyalah dirimu
Dikaulah permata yang bersinar
Dikala ku kesepian

Tiada yang lain yang kumahu
Hanyalah kasihmu
Tiada yang lain yang kupuja
Hanyalah dirimu
Tak mungkin aku berpaling
Berpaling mencari yang lain
Tak mungkin aku biarkan kau merana...



Ke Halaman Utama

Data


Mengulit Kenangan


Masih berbunga cintaku ini
Harum dalam kenangan
Biarpun telah engkau calarkan
Kuntum-kuntum rindu

Masih berdarah lukaku ini
Pedih menikam jiwa
Simpulan cinta terlucut kini
Menyapalah derita...

( korus )
Bukanku mengungkit kisah lama
Sekadar mengulit kenangan
Kasih sayang yang kita semai
Ketandusan...

Mengapa terjadi perpisahan
Di kala aku memerlukan
Secebis rindu menghias kamar
Kegelapan...

Rela aku begini dan terus begini
Merawati kelukaan...
Semoga suatu hari ada sinar sang suria
Menerangi..

Tiada guna ku tangis ratapi perpisahan
Yang berlalu biarkanlah...
Kerna aku percaya sebalik kedukaan
Ada bahagia...

Masih berdarah lukaku ini
Pedih menikam jiwa
Simpulan cinta terlucut kini
Menyapalah derita...( 2X )



Ke Halaman Utama

Damasutra


Umpama Mimpi Dalam Mimpi


Kenangan bersamamu kasih
Seumpama mimpi di dalam mimpi
Terasa engkau di sisi
Menemaniku saban hari

Pabila kupejamkan mata
Akan terasa hangatnya asmara
Walaupun sekian lama
Telah terpadam cinta kita

Luka yang tak terasa
Mengalair darah yang tak berwarna
Bagai jeritan tanpa
Suara

Tangisan dalam ketawa
Sedu sedan menjadi syair cinta
Terasa ingin ku sentuh
Bayanganmu

Walau hanya seketika cuma
Agar hilang rindu dan dahaga
Agar pulih semangat kasih dan mesra
Seperti baru kenal cinta

Kenangan bersamamu kasih
Membakar gedung fikiranku kini
Terasa hidupku ini
Umpama mimpi dalam mimpi

Umpama mimpi dalam mimpi



Ke Halaman Utama

Damasutra


Sufi


Sufi selangkah tirai kasihmu ku buka
Engkau serahkan cinta hingga dirimu tiada
Kasih sufi kau rela pilih derita di dunia
Biar rebah di hina kau tak berubah

Kau menguasai selautan
Yang tersembunyi di genggaman
Nafi dan isbat kau sandingkan
Sebagai tali pegangan

Sufi kau hilang di pandangan
Ada di dalam kenikmatan
Engkau dan dia pasti tidak akan terpisah
Andai tertutup tirai sufi
Yang terang tidak nampak terang
Inilah siksa menyakitkan sepanjang jalan

Inginku tempuh titianmu
Dari kekasih ke kekasih
Pengabdianku bersamamu kasih
Biar rebah di hina kau tak berubah



Ke Halaman Utama

Damasutra


Seribu Bayangan


Kau masih menduga sehingga kini
Andai ku bersenda dengan teka teki
Seribu bayangan aku gambarkan
Masih lagi kau tak mengerti

Sedalamnya lautan tingginya bulan
Bisa disentuh dengan pengetahuan
Sepahitnya henpedu bisa ditelan
Jika itulah penawarnya

Inikan pula perasaan
Yang lahir dari jiwa
Dan kita sama sama merasa
Denyut kasihnya

Bukan sengaja aku merahsiakan cinta
Tapi curiga kau kan tersalah sangka
Kerana kita rasa bangga bila dipuja
Dan rasa keji bila dihina

Kerna kita menolak segala bencana
Dan asyik bergembira dengan nikmatnya
Sedangkan semua ini adalah takdirNya
Dan kita harus bersyukur sentiasa

Bukannya teka teki gurauan hati
Sekadar melindung kasih yang tersembunyi
Bukan mudah mencari kasih abadi
Dalam terang ia sembunyi



Ke Halaman Utama

Crossfire


Realiti Dan Fantasi


Kita sering dibatasi
Realiti dan fantasi
Saat cinta bersemi
Bersama berilusi

Di situlah kita
Mengenal ertinya budi
Kasih sayang insani
Dan peribadi

Pada detik yang ngeri
Yang tak pernah termimpi
Ku dibaluti sepi
Kenangan membara lagi
Meracuni hati yang keterlanjuran

Baru kini ku akui
Kau masih milik ku lagi
Dan terus bersemadi
Hingga akhir nanti




Ke Halaman Utama

Carefree


Belaian Jiwa


Seindah
Tiada lagi yang ku ingatkan
Sayang kau hilang

Menanti
Biar sampai akhir hayatku
Di dunia ini

1
Kau tahu betapa ku sayang padamu
Hanya bidadari sebagai ganti
Hanya takdir menentukan ia
Oh belaian jiwa

Oh! Angin
Sampaikanlah laguku padanya
Yang sedih pilu

Terimalah
Laguku jadi teman hidupmu
Untuk selamanya

( ulang 1 2X )



Ke Halaman Utama

BPR


Seribu Tahun Takkan Mungkin


Di mata mu mencermin kan rindu
Di mata mu adalah kenyataan
Aku tenggelam dalam lautan kasih sayangmu
Tak mungkin akan ku lepaskan ikatan ini

Mendung hitam adalah semalam
Silau mata dari kilauan cinta
Hati ku ini sayang tak mungkin berubah
Selagi kau berpegang teguh pada janji

Setiap kata yang terucap
Setiap nada yang tercipta
Hanyalah untuk mu
Satu tak terpisah

Seribu tahun takkan mungkin
Bisa menghuraikan sebuah
Cinta yang kau beri
Untuk diriku yang pilu



Ke Halaman Utama

BPR


Harum Subur Di Hati


Di lingkaran diamku termanggu
Terkenangkan kembali
Saat indah aku bersamamu
Dibelai cinta suci

Sewaktu kelukaan hatiku
Kau datang dan memberi
Taburan bungan cinta sucimu
Harum subur dihati

Tapi kini kau pergi
Tinggalkan aku sendiri
Mengusir sepi, mengusir rindu
Terpisah selama-lamanya
Kau pergi dariku

Titisan airmata dipipiku
Memanjat doa suci
Saat indah aku bersamamu
Masih tetap di hati

Cintaku masih untukmu
Rinduku masih padamu
Biarpun kita terpisah jiwa
Namamu tetap dikalbu

Kusemadikan cintaku
Didalam doa kudusku
Kepada Tuhan aku meminta
Damailah engkau di sana
Mengadap Tuhan yang Maha Esa



Ke Halaman Utama

BPR


Dari Sinar Mata


Keunggulan cinta dari sinar mata
Yang bergelora
Hati ditaman berbunga
Satu impian satu harapan
Sudah pasti ada sebaliknya
Satu rahsia

Engkau di mataku adalah cahaya
Perjalanan ku
Terang menyuluh segala
Yang tersembunyi
Lama kucari
Sudah pasti ada jawapannya
Kemungkinan itu

Datang hampir senja sedang aku
Merangkak dan kehausan cinta itu
Kau hulur tangan mu
Membawa ku ke atas semula
Berdoalah aku kesyukuran
Tercantum cinta jadi satu
Biar ku tebus segalanya
Agar di teman cinta yang suci itu




Ke Halaman Utama

BPR


Aku Hanya Serangga


Mengapa aku tak dapat melupakanmu
Antara perjalanan
Suci menangkap waktu
Membuat aku rindu (2X)

Bukannya aku tewas dalam perjuangan
Membelai impian
Sebentar tadi aku
Lihat sinar matamu (2X)

Meronai garis-garis kesetiaan
Semakin kelam dan amat panjang
Bagaimana aku hendak melupakanmu
Dalam keheningan pagi sering bertemu

Untuk esok biarlah ia berlalu
Lantas membuang mata fikirku
Dalam kenangan begitu payah melupakanmu
Mungkin untuk selama-lamanya

Jadilah aku pengingat yang setia
Setelah aku tahu
Aku hanya serangga
Di taman belantara (2X)



Ke Halaman Utama

BPR


Air Mata Jernih


Dari airmataku yang jernih
Renunganmu entah di mana
Hembusan bayu membisik engkau rindu...
Kepadaku

Betulkah apa yang kau katakan
Ataupun mainan perasaan
Jiwa yang gelodak yang meronta kesakitan

Aduh... aduh...
Aduh sakitnya jiwa ini
Meronta dalam kepalsuan
Andai aku tahu beginikah oh jadinya

Aku pun tak mahu mengundur diri
Walaupun cubaan menimpa
Ku maish terus lagi iman dilihat
Bukan dari zahir matamu
Serupa walaupun berbeza
Aku pun begini serupa pada satu masa...
Nanti



Ke Halaman Utama

Blackrose


Penantian


Dikamar ku menyepi
Hanya lilin menerangi
Beginikah seksanya
Hidup dalam penantian
Ditabir tirai malam
Ada insan kesepian, keseorangan...

Dan setiap detik yang ku lalui
Seluruh malam ku membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana

Mengapa harus kita ditemukan
Di saat jiwaku keresahan
Apakah aku satu persinggahan
Mengubat rindu... oh...

Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitis rasa
Pada bayangan yang tak pasti... oh...

Kau nyalakan perasaan
Mengukir kemesraan
Mungkinkah ada sinar
Bersama impianku

Dah telah ku duga
Suasana keindahan seketika
Aku tetap menanti mu

Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitik rasa... oh...
Aku tenggelam...
Kehampaan...
Keseorangan...

Mana sinaran ?...
Terangilah hidupku
Tak sanggup lagi... aku... sepi...



Ke Halaman Utama

Blackrose


Cinta Abadi


Kehadiran cintamu
Menyinari hidupku
Kehangat cintamu
Mengubati sepiku

Kelembutan hatimu
Mengubati lukaku
Kedamaian hatimu
Menyinari hidupku

Belaian manjamu
Penawar resahku
Keluhuran hatimu
Hanya kau kekasihku

Keagungan cintamu
Bersama impianku
Untuk hidup bersama
Sehingga keakhirnya

Makin membara
Api cintaku
Kaulah yang satu
Kaulah cintaku

Tak mungkin lagi
Berubah hati
Cinta yang suci
Cinta abadi



Ke Halaman Utama

Baji


AIA(Ayah,Ibu,Anak)


( 1 )
Rarare rare rare ra
Rarare rare rare ra
Rarare rara rera rara rare rara

Janganlah engkau menangis lagi
Yakinkan amal(n?) ibu di sisi
Wahai intan seluruh (ra?)warga
Hadirmu membawa seribu warna

( 2 )
Kini kau lupakan ibu
Lupakan juga ayahmu
Mengapa kau begitu
Setelah sinar kau ketemu

( 3 )
Tidakkah kau kasihan
Ibumu sendirian
Di sini bukan syurga
Patut kau campakkan

Ayah, ayah jerit kecilmu
Setia bersila di bendul pintumu
Tangis tawa bukanlah duka
Jadi ingatan mengusik jiwa

( ulang dari 2 )
( ulang 2 & 3 )
( ulang 1 3X )




Ke Halaman Utama

AXL's


Andai Dapat Kuundurkan Masa


Dalam usikku merajuk seketika
Laluku pergi meninggalkan dirimu
Tanpa ku duga
Lilin menjadi bara
Gurauanku jadi dilema prasangka

Kau menyangka aku pergi kerna dia
Yang tak pernah wujud dalam alam cinta
Belum sempat ku jernihkan suasana
Engkau pula yang hilang
Entah ke mana

Puas sudah ku mencari
Ku tinggalkan pesan
Ku kirimkan berita
Agar dapatku temui dirimu
Umpama sebutir permata yang sirna

Andai dapat
Ku undurkan putaran dunia
Inginku ubah semula kata
Dan tingkahlakuku yang salah
Agar kita dapat seiring
Di mercu asmara

Tak ingin lagi
Dan tak mahu lagi berpisah
Bukan dengan kerelaan hati
Penyesalan yang tiada kesudahan
Ku tersepit dalam jerat sendiri



Ke Halaman Utama

AXL's


Akulah Kekasihmu


1
Itukah dia kekasih yang pernah berjanji
Memberi cinta untukmu sepenuh hati
Ia akan menyesal suatu hari nanti
Apabila ia mengetahui
Kekasihmu ini ingin kembali

Tahukah engkau ia tak sepadan denganmu
Walau beribu bisik pujuknya merayu
Kekasihmu ini terlalu ingin kembali
Sejak ia mengetahui
Kekasihmu itu selalu membuat kau bersedih

( korus )
Oh kekasihmu ini akan merasa gembira
Andai dapat bersama untuk selama-lama
Hanya untuk menyayangimu
Hanya untuk bercinta lagi
Andai engkau berduka
Aku yang pertama di sisi
Andai engkau bahagia
Akukan terus berdoa
Semoga suatu masa
Pintu hatimukan terbuka
Dan kita akan kembali
Bercinta lagi

Aku akan kembali
Walau jalan berliku
Kernaku kekasihmu
Hingga ke akhir hayat

( ulang korus, 1 )



Ke Halaman Utama

Arrow


Tuju Tuju Cinta


( 1 )
Sejak ku bertemu dengan dirimu
Hatiku menjadi semakin rindu
Tak dapat nak disembunyikan lagi
Perasaan ini

Kekasih aku telah jatuh cinta
Padamu hanyalah aku puja
Kekasih inginkah kau menjadi
Oh buah hatiku

( 2 )
Tersiksa aku jiwa tersiksa
Bila mataku tak memandang matamu
Berilah aku peluang membuktikan sayangku ini
Demi kasih kita kukorbankan jiwa

Kau menjelma bagaikan bidadari
Yang singgah di kala hatiku sunyi
Kau umpama pelangi waktu pagi
Keayuanmu menambat hati

Tuhan tolonglah aku kucintai dia
Sungguh-sungguh hatiku bukanlah dipaksa
Sayang sambutlah rindu rindu yang aku tuju
Tuju kepadamu duhai kekasihku




Ke Halaman Utama

Arrow


Sendu Di Hatimu Rindu Di Jiwaku


Takdir yang menentukan
Pertemuan yang tak disangka
Takdir jua yang menentukan perpisahan
Di talian cinta ini
Terjalin ikatan mesra
Walau hanya seketika
Bagiku sungguh bermakna

Masih terkenang lagi
Kepadamu insan misteri
Yang sudi bertamu di hati
Tersentuh hatiku ini
Rasa ingin bersamamu
Menyapu si airmata
Menghilangkan rasa sendu di hati

(Korus)
Setiap malam
Kutunggu panggilanmu
Resah hatiku menanti
Walaupun sehari takku dengar suaramu
Hati rindu...
Kuterasa dunia ini bagai terhenti

Aku tahu kau rindukan aku
Belaian kasih mesra untukmu
Tak sempat lagi kita bersua bermesra
Engkau telah pergi jauh
Terlerai genggaman mawar dari tanganku

Masih terkenang lagi
Kepadamu insan misteri
Yang sudi bertamu di hati
Tersentuh hati kuini
Rasa ingin bersamamu
Menyapu si airmata
Menghilangkan rasa sendu dihati



Ke Halaman Utama

Arrow


Niat Di Hati Tak Nak Berpisah


Dah lama tak berjumpa
Rindu rasa hati
Inginku bertemu denganmu
Biarpun hati ini
Menyatakan benci
Namun hakikat
Kau masihku sayang

( 1 )
Mengapa kita berjumpa
Dan mengapa kita bercinta
Niat hatiku nak kekal lama
Hidup denganmu wahai kasih
Niat hatiku tak nak berpisah
Apakan daya jodoh tiada

( korus )
Kenangan demi kenangan
Menjelma diingatan
Sukarnya melupakan dirimu
Rintihan demi rintihan
Menyeksakan hidupku
Aku derita... keranamu
Oh kekasih

Sungguh tidakku sangka
Akhirnya begini
Sebuah ikatan asmara
Engkau yang aku sayang
Yang aku kasihi
Mungkinkah bersatu kembali

( ulang dari 1 )



Ke Halaman Utama

Arrow


Haruskah Kita Berpisah


Rindunya aku saat ini
Rindu padamu kasih
Puas ku cuba menghubungimu
Namun kau diam membisu

Apa salahnya diri ini
Kau seksakan hidupku
Pergimu tika ku memerlukan
Cebisan kasih dan sayang
Aku inginkan cinta yang berkekalan
Kau damba perpisahan
Ooo... ooo... ooo...

( 1 )
Menangis hatiku menangis
Mendengarkan khabar hiba
Terhiris jiwaku terhiris
Mengalir airmata

( korus )
Sayang mengapa buat begini
Di saat rindu merah menyala
Kasih kusangka kau 'kan setia
Rupanya dikau bersandiwara
Sayang haruskah kita berpisah
Angkara orang ketiga
Janganlah kau pergi dariku kasih
Kerana kau masih kucinta

( roll )

Ooo... ooo... ooo...
Sepi/Rindunya ku saat ini
Diri tersisih jauh
Kau tetap dengan keegoanmu
Untuk meninggalkan aku
Hmm... hmm...
Haruskah kita berpisah

( ulang 1 & korus )



Ke Halaman Utama

Aris Ariwatan


Permaidani


Rimbun dan redup kasihMu
Kau tempat ku berpayung
Di manakah lagi dapat ku rebahkan
Rasa gundah ini

Nun Kau teguh di sana
Pengasih dan penyayang
Pun ku masih terleka
Meneguk ihsanMu
Walau ku sedari

Oh... nyamannya
Bila diperlukan rinduMu
Mengimbaulah sentosa

Bentangkan ku permaidani
Dari baldu berwarna putih
Moga tak ku terasakan
Cubaan yang ku galas ini
Kepada Mu titianku
Hijrahkanlah diri ini




Ke Halaman Utama

Aris Ariwatan


Lamunan Terhenti


Entah mengapakah hatiku bergetaran
Bila bertemu lagi oh! kekasih lama
Ku cuba selindungkan api keresahan
Namun perasaan ini berapi di dalam

Ku kira angkau sudah melupakan
Kerna itulah engkau nampak tenang
Lainlah aku walau ketika ini
Masih membara ingatanku terhadapmu

1
Ku singkap kenangan dulu
Sewaktu kasih berputik
Kugenggam erat tanganmu
Kau tunduk sembunyikan wajah
Namun dapat aku meneka hatimu
Sehati denganku

2
Lalu kau mendongak berbalas renungan
Dan dengan perlahan tangan kau lepaskan
Kau pun berlalu dalam kepekatan malam
Tinggal aku seorang

( ulang 1, 2 )

Terhenti lamunan bila ku dikejutkan
Engkau dipimpin pergi oleh seseorang
Dalam keterpaksaan kau melangkah kaki (pergi)
Namun sempat jua kau menoleh ku disini



Ke Halaman Utama

Aris Ariwatan


Korban Cinta


Berangkat pergi biduk kukayuh
Sarat hati yang luka
Agar tak lebih menyakitkan
Jika masih di sini

Bukan cuba untuk melarikan
Dari kerumitan cinta
Tapi waktu ini perlu untukku
Mengupas segalanya

Kadangkala pedih kini mencabarku
Melupakan semua
Tapi persaan kasih padamu
Melebihi diriku
Tapi engkau bagaikan
Tidak mengerti
Halangan cinta hanya kita berdua
Terpaksa aku pergi mencari
Kesilapan sebenarnya

Mengalah bukan kalah
Pergiku bukan lari
Bukan mudah bercinta
Jika pengertian tak setaraf
Menagih korban yang lebih dalam




Ke Halaman Utama

Aris Ariwatan


Cinta Tak Kenal Siapa


Tidak salah rasanya
Andai kumemuja
Anggun di wajahmu
Kerna hati ini dah tertawan

Cinta tak kenal siapa
Hadir tanpa dipaksa
Walau berkecai badan
Melepaskanmu
Aku rela berputih tulang

Dan tak sanggup aku lihat
Engkau dipimpin oleh insan lain...Oh
Dan tak sanggup aku dengar
Tentang keburukanmu...Ooh

Hendak kuhampirimu
Untukku luahkan semuanya
Sayangnya lidahku kelu
Apa lagi yang harus kuperbuat
Agar kau mengerti maksud tersirat

Maka terpaksalah aku melepaskan
Apa yang telah tersimpan sekian lama
Aku cintakanmu Aku perlukanmu
Untuk mengisi ruang kekosongan

Kau merenung bersahaja
Lalu (kau) tersenyum tanda rela

Kemarilah kekasih
Tak perlu kau menoleh
Aku di depanmu bukanlah bayang
Kuingin cipta sejarah
Sejarah indah...denganmu



Ke Halaman Utama

Aris Ariwatan


1234


Satu... kasih yg abadi
Tiada tandingi dia yang satu
Dua... sayang berpanjangan
Membawa ke syurga kasihnya ibu

Tiga... lapar dan dahaga
Rela berpayahan setianya ayah
Empat... mudah kau ketemu
Berhati selalu beza antara
Kasih dan kekasih

( korus )
Ibu kuingat dahulu
Menyisir rambut ku kemas selalu
Ayah menghantar ke sekolah
Bergunalah ilmu bila dewasa

Sayang dengar lagu ini
Untuk kau sandarkan buat pedoman
Jangan manis terus ditelan
Pahit terus dibuang... itu bidalan
Harus kau renungkan

( ulang korus )



Ke Halaman Utama

Aeman


cahaya iman


Iman bagaikan emas permata
Letaknya di dalam jiwa
Kemilau warnanya bak cahaya
Menyuluh hidup seluruh manusia

( 1 )
Iman letaknya di hati
Suburkanlah dengan ilmu
Bajainya dengan zikrullah
Ia menunjukkan kita
jalan keredhaan Allah
Imanlah harta yang paling berharga

Iman kurniaan Yang Esa
Tanpa mengira bangsa dan rupa
Memberi petunjuk jalan mulia
Menjadi benteng penghalang dosa
Orang yang teguh iman
Sabar dengan ujian
Di akhirat dia insan yang mulia

( ulang 1 )



Ke Halaman Utama

Aeman


buatmu ibu


Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu

Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu



Ke Halaman Utama

Aeman


akhlak mulia


( korus )
Ingat pesan rasul junjungan
Hiaskanlah dirimu
Dengan sifat-sifat yang mulia
Ia fitrah semua manusia
Dengan sifat-sifat yang mulia
Ia fitrah semua manusia

Akhlak yang mulia ibarat bunga
Ia disukai semua manusia
Hati kan tertarik bila terpandangnya
Ia sifat mahmudah yang mulia
Akhlak yang mulia sangat istimewa
Jika menjadi hiasan diri
Ia disukai kawan dan lawan
Akhlak mulia bunga diri

( ulang korus )

Sabar bersyukur adalah sifat-sifat yang mulia
Kasih sayang bermaafan
Mestilah menghiasi diri
Lelaki dan wanita tua atau muda
Mesti mengamalkan sifat mahmudah
Jika manusia tidak mengamalkan
Mereka bukan lagi manusia

( ulang korus )



Ke Halaman Utama

Adam Ahmad


kau pergi jua


Wajahmu
Seindah serinya pelangi yang indah
Seharum mawar putih segar berkembang
Wajahmu
Mengapa sering terbayang dimataku
Sehingga terbawa didalam mimpiku

Sayangku
Tahukah kau didalam hatiku ini
Tersimpan perasaan cinta nan suci
Kau bunga
Ingin kusuntingmu menjadi milikku
Lantas kuabadikan dalam jiwaku

Sayangnya
Harapan yang selama ini kubawa
Hancur berkecai musnah jua akhirnya
Semuanya bagaikan sebuah mimpi

Kau pergi jua
Setelah cinta ku kini membara
Belum sempat kucurahkan kasihku
Kau pergi tak kembali...



Ke Halaman Utama

AC Mizal


keliru


Tak mahu memuja
Ku tak mahu bermimpi
Bayanganmu mendekati
Hatiku kini sudah mula keliru
Memilih yang mana satu

Ingin dalam pelukanmu
Merasa kehangatan
Gurauanmu menjadi nyata
Mengapa kau sengaja
Engkau cuba menduga
Kesetiaan diantara kita

Keseorangan menyiksakan
Bila tanpamu
Kerana wajahmu selalu dalam fikiranku
Kesepian menyeksakan bila tanpamu
Katakan mengapa oh katakan kenapa

Hidup menular bila ku bersendiri
Hadir tanpa penjelasan
Memang wajahmu selalu dalam ingatan
Mana satu ku keliru




Ke Halaman Utama

Aboi


Yang Penting Happy


Kawan-kawanku dengarlah lagu
Jangan mati kutu

Hello brader, awek lari
Kita cari lagi

( korus 2X )
Suka hati suka hati
Yang penting kita happy
( Happy Happy )
Yang penting kita happy

Pergi kerja, balik rumah
Jangan marah-marah

Hari-hari perah otak
jangan jadi parah

( ulang korus )

Kalau tinggal sorang-sorang
Boleh jadi sawan
Kalau boring mari sini
Dengar lagu ini

( ulang korus )



Ke Halaman Utama

Aboi


Suar Suer Kemuning


Limau purut lebat di dahan
Batang selasih condong uratnya
Lapar perut dapat ku tahan
Hati kasih apa ubatnya oi !

Suar-suer kemuning ( 3X )
Istimewa Raja

Anaklah ikan ekornya patah
Di tepi paya pokok rambutan
Jala dah buruk belanga pecah
Itulah tanda tak dapat makan oi !

Suar-suer kemuning ( 3X )
Istimewa Raja

( solo guitar )

Ular lidi asyik ketawa
Melihat kambing mencuci kaki
Siapa kata ABoi tak lapar
Cubalah jemput makan kenduri oi !

Suar-suer kemuning ( 3X )
Istimewa Raja

Kucing kurus mandi di papan
Tikus panjat pokok kelapa
Budak nakal akan dirotan
Kalau tak caya tanyalah dia oi !

( 2X )
Suar-suer kemuning ( 3X )
Istimewa Raja



Ke Halaman Utama

Aboi


Rasa Sayang


( 1 )
Rasa sayang hey
Rasa sayang sayang hey
Hey tak sayang ke ?
Rasa sayang sayang hey

( Ogy: )
Hari sabtu malam minggu
Bawak motor laju-laju
Bunyik bising haru biru
Macam kena kejar hantu

Bawak kereta laju-laju
Bawak kawan ramai-ramai
Kereta mana sampai dulu
Silap langkah masuk balai

( ulang 1 2X )

Bila lapar pergi makan
Singgah dekat kedai mamak
Bila malam pergi jalan
Sampai lupakan mak bapak

Kalau kita budak sekolah
Buat cara budak sekolah
Jangan asyik lepak-lepak
Jangan susahkan mak bapak

( ulang 1 2X )



Ke Halaman Utama

Aboi


Obat


Inilah obat hai sungguh istimewa
Kalau salah sapu bangun pagi hilang nyawa
Obat batuk kering batuk basah demam selsema
Mari beli obat ini gerenti puas hati

( korus )
Hai obat hai mari beli obat
Kalau lambat-lambat tak dapat
Hai obat hai obat mari beli obat
Kalau salah obat melompat

Obatlah ini buat dari akar kayu
Jika salah sapu badan licin tumbuh bulu
Obat angin merdu angin kuskus mata kelabu
Mari beli obat ini ...gerenti puas hati

( ulang korus )

Obatlah ini hai obat makjun sangkut
Kalau banyak makan sihat-sihat jadi semput
Obat sakit obat lenguh sendi angin senggugut
Mari beli obat ini gerenti puas hati

( ulang korus )



Ke Halaman Utama

Aboi


Macam-Macam Hal


1 Haribulan
Gaji dapat di tangan
2 Haribulan
Tengahari tak makan

Ada sudah kahwin
Tapi mengaku bujang
Ada belum kahwin
Tunggu jodoh tak datang

Dulu miskin, sekarang kaya
Dapat naik pangkat
Sampai masa jangan lupa
kena bayar zakat

( korus )(2X)
Oi ! Oi ! Oi !
Ada macam-macam hal
Oi ! Oi ! Oi !
Macam-macam hal ada

Dari muda sampai tua
Macam itu juga
Minum kopi kurang gula
Pagi sampai senja

Dari kampung pergi bandar
Hendak cari kerja
Dari bandar balik kampung
Tension banyak kerja

Beli rumah dapat tiang
Buat rumah atap berlubang
Beli kereta bayar seksa
Baik kerja jual kereta

( ulang korus )

( solo guitar )

( ulang 1, 2 & 3 )



Ke Halaman Utama

Aboi


Lama Tak Jumpa


Kalau bercinta boleh saja
Janganlah sampai huru-hari
Kalau bercinta semua lupa
Bil telefon boleh bayar kereta

( 2 )
Tidur malam celik mata
Jerawat naik di muka
Buat itu ini sama
Semua manis macam gula

( korus )( 2X )
Lama tak jumpa
Jadi angau
Lama tak jumpa
Makin lama makin angau

( solo guitar)

Kalau bercinta jangan lupa
Janganlah asyik berangan saja
Kalau bercinta sampai tua
Jaga-jaga nanti dia pasang tiga

( ulang 2 & 3 )

( solo guitar)

( ulang korus 4X )



Ke Halaman Utama

Aboi


Kita, Kita, Kita


Kita tengok dia
Teramat kagumnya
Kita tengok kita
Hanya sebelah mata

( 1 )
Mata dia biru (biru)
Kita haru-biru
Rambut dia warna kuning (kuning)
Kita pulak yang pening

Tengok muka-muka dia
Muka-muka dia
Senget-senget hidung dia
Senget hidung dia

Tengok muka-muka kita
Muka-muka kita
Jangan senget jalan kita
Jalan-jalan kita

Mana... kita, kita, kita
Siapa... kita, kita, kita
Mana... kita, kita, kita
Hilangnya... kita, kita, kita

( solo guitar )

( ulang 1 hingga akhir )



Ke Halaman Utama

Aboi


Kerja, Kerja, Kerja


( 1 )
Berakit ke hulu renang ke tepian
Bersakit dahulu senang kemudian
Rajinlah berusaha capai kejayan

( 2 )
Masa tidak tunggu kita
Berjalan dengan usia
Pabila sudah dewasa
Kita semua kena kerja... kerja... kerja...

( ulang 1 )

( solo guitar )

( ulang 2 & 1 )



Ke Halaman Utama

Aboi


Gadis Cantik


Mata menjeling manja
Jalan berlenggang-kangkung
Bila bertegur sapa
Tiba-tiba sakit jantung

( 2 )
( 2X )
Gadis yang cantik
Nama dia Budin
Gadis yang cantik
Nama dia Malek

( 3 )
Ow! Ow! Ow! Ow!
Dia kata begitu
Oi! Oi! Oi! Oi!
Apa aku tak tahu

Ow! Ow! Ow! Ow!
Tak kira kenapa
Oi! Oi! Oi! Oi!
Asal dia gumbira

Tak kira siapa kita
Kita sama sahaja
Jangan bermasam muka
Kita bergurau senda

( ulang 2 & 3 )

( solo guitar )

( oh... oh... oh... oh... )

( ulang 2 & 3 )



Ke Halaman Utama

Aboi


F1


( 1 )
Litar kita tegak megah berdiri
Kereta buatan negara kita
Kalau bukan kita siapalah lagi
Semua lihat dengan rasa bangga

( 2 )
Kemajuan teknologi
Kemajuan generasi

( 3 )
Jalanraya bukan tempat berlumba
Membahayakan nyawa kita semua
Bakat yang ada jangan disia-siakan
Keberanian jangan disalahgunakan

( solo guitar)

( ulang 1, 2 & 3 )



Ke Halaman Utama

Aboi


Enjit-Enjit Semut


( korus )
Enjit-enjit semut siapa sakit naik atas
Enjit-enjit semut siapa sakit naik atas
Enjit-enjit semut siapa sakit naik atas
Enjit-enjit semut siapa sakit naik atas

Darilah Perlis hingga ke Sabah
Banyaklah tempat oi bersukaria
Kalaulah semua tidak percaya
Marilah kita pergi sekarang

Setiap hari kita bekerja
Kekadang kita nak rehat juga
Inilah masa hendak merasa
Tempat menarik dalam negara

( ulang korus )

Kalaulah pergi masuk ke hutan
Janganlah lupa oi bawa makanan
Jangan berjalan sampai sempadan
Takut nanti sesat berbulan-bulan

Pergi melancung ajak kawan-kawan
Dalam negara tempat yang menawan
Tak payah pergi ke tempat orang
Di tempat sendiri pasti tertawan

( ulang korus )

Sampai disini cerita kita
Dilain kali kita cerita lagi
Inilah lagu untuk kawan-kawan
Kalau tak nak dengar bolehlah jalan...



Ke Halaman Utama

Aboi


Duit Duit


( 1 )
Kepala pening-pening saku tak de isi
Kalau mahu duit belajar cari sendiri

( 2 )
Bila sudah besar baru engkau tahu
Berapa punya susah cari makan sendiri

( 3 )
Cakap orang tua kena ambil kira
Kita orang muda jangan buang masa

( 4 )
Masa anak kecil emak bapak jaga
Bila anak besar jagalah mak bapak

Duit, duit, duit... mana engkau duit
Duit, duit, duit... kena cari duit

( solo guitar )

( ulang semua )



Ke Halaman Utama

Aboi


Can Mali Can


Di mana dia anak-anak dia
Anak-anak dia sudah dicuri orang
Di mana dia anak-anak dia
Anak-anak dia sudah diangkut orang

( korus )
Oooh... Can mali can oi! oi!
Can mali can oi! oi!
Can mali can...
Sudah diangkut orang

Di mana dia emak-emak dia
Emak-emak dia sudah dicuri orang
Di mana dia emak-emak dia
Emak-emak dia sudahlah ikut orang

( korus )( 2X )
Oooh... Can mali can oi! oi!
Can mali can oi! oi!
Can mali can...
Sudahlah ikut orang

( solo guitar )

Di mana dia bapak-bapak dia
Bapak-bapak dia sudah dicuri orang
Di mana dia bapak-bapak dia
Bapak-bapak dia sudah tersangkut orang

( korus )( 2X )
Oooh... Can mali can oi! oi!
Can mali can oi! oi!
Can mali can...
Sudah tersangkut orang

( solo guitar )

( ulang korus 2X )

Di mana dia semua-semua dia
Semua-semua dia sudah dicuri orang
Di mana dia semua dia
Semua-semua dia dah tak nak jadi orang

( korus )( 2X )
Oooh... Can mali can oi! oi!
Can mali can oi! oi!
Can mali can...
Dah tak nak jadi orang
Semua tak nak jadi orang
Apa dah jadi orang...
Apa nak jadi orang...



Ke Halaman Utama

Aboi


Bola Bola Bola


Rembat, tangkap, kejar, tendang
Kalah, menang, gembira, sedih

Satu gol, dua gol, banyak gol
Satu gol, dua gol, gol, gol, gol

Ooh... itu adat permainan
Ooh... ada kalah ada menang
Ooh... suka tidak kena lawan
Ooh.... semangat jangan hilang

Tekun, sabar, sekad, kuat
Kerja sama, jangan putus asa

Satu Gol, dua gol, banyak GOL
Satu Gol, dua gol, GOL, GOL, GOL

( korus )
Ooh... gilap bakat wira kita
Ooh... bangun cergas jangan leka
Ooh... cergas kuat selamba
Ooh... kita jadi juara
Ooh... ohh... ohh... ohhhhh

( solo guitar)

( ulang korus )



Ke Halaman Utama